Republika Nusantara, Cimahi - Keberadaan ruang pertunjukan atau venue dinilai menjadi kebutuhan utama untuk mendukung perkembangan seni dan budaya di Kota Cimahi.
Di tengah tumbuhnya komunitas kreatif dan banyaknya seniman berbakat, ketersediaan fasilitas representatif masih menjadi tantangan yang perlu segera mendapat perhatian.
Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Teater Dunia (Hatedu) yang digelar Masyarakat Teater Cimahi (Masteci) di GOR Sangkuriang Cimahi, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti tingginya antusiasme pelaku seni di kota tersebut.
Ketua panitia acara, Ricky Angga Maulana, mengatakan jumlah peserta pentas teater tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Peserta yang ikut pentas teater tahun ini bertambah. Tahun lalu hanya diikuti sebelas teater, tahun ini diikuti sembilan belas peserta yang ikut pentas,” ungkap Ricky.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudisthira, menyampaikan apresiasi atas geliat seni yang terus berkembang di Kota Cimahi.
Menurutnya, banyak seniman lahir dari kota ini dan berbagai komunitas terus aktif menjalankan kegiatan kreatif.
“Namun kami akui, banyaknya komunitas dengan segala aktivitasnya masih tak didukung dengan fasilitas venue yang memadai,” ujarnya saat menghadiri acara tersebut.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cimahi tengah memikirkan penyediaan ruang khusus bagi pelaku seni agar dapat berkarya secara optimal.
“Ke depan harus ada venue, yaitu tempat untuk masyarakat seni di Kota Cimahi berkreativitas. Tempatnya di mana, nanti kita pikirkan sama-sama,” katanya.
Sambil menunggu realisasi pembangunan fasilitas tersebut, Pemkot Cimahi mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai alternatif lokasi pertunjukan seni.
Pentas teater, musik, dan kegiatan budaya lainnya diharapkan dapat hadir di berbagai sudut kota.
“Sementara kami berharap seni teater, seni musik, itu bisa tampil di ruang-ruang publik seperti di alun-alun dan tempat lainnya,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen mempermudah akses penggunaan fasilitas umum bagi kegiatan seni dan budaya, seperti pemanfaatan GOR Sangkuriang yang saat ini digunakan sebagai lokasi pertunjukan.
Ke depan, Cimahi juga berencana mengembangkan konsep ruang publik yang lebih aktif dan kreatif agar menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus wadah ekspresi seni.
Meski demikian, realisasi pembangunan venue akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah masih memprioritaskan penanganan persoalan mendasar seperti banjir dan sampah.
Pemkot Cimahi menargetkan kebutuhan ruang kreatif bagi masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap hingga tahun 2030, seiring rencana revitalisasi kawasan kota termasuk Sangkuriang.
Acara tersebut turut dihadiri sekretaris daerah, kepala dinas terkait, HIPMI, para camat, lurah, serta tamu undangan lainnya. (Bd20)


0 Komentar